Pagar Pakuwon Mall Surabaya dan sejumlah pusat perbelanjaan milik Pakuwon Group belakangan menjadi perhatian publik setelah foto-fotonya ramai beredar di media sosial. Banyak warganet yang berspekulasi bahwa pemasangan pagar tersebut berkaitan dengan kondisi ekonomi hingga antisipasi aksi demonstrasi.
Menanggapi berbagai dugaan tersebut, manajemen Pakuwon Group menegaskan bahwa pemasangan pagar dilakukan murni untuk meningkatkan aspek keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pengunjung di seluruh kawasan propertinya.
Pemasangan Pagar Berawal dari Pakuwon Mall Surabaya
Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, menjelaskan bahwa pemasangan pagar pertama kali dilakukan di kawasan Pakuwon Mall Surabaya. Langkah ini dipicu oleh meningkatnya aktivitas lalu lintas seiring beroperasinya Radial Road di Surabaya Barat.
Menurutnya, area terbuka di sekeliling Pakuwon Mall memiliki bentang hampir 1,5 kilometer sehingga diperlukan sistem pengamanan yang lebih baik. Salah satu tujuan utamanya adalah mengurangi risiko kecelakaan, terutama bagi pengunjung yang menyeberang jalan setelah turun dari kendaraan online atau memarkir kendaraan di sisi luar kawasan mal.
Dengan dibukanya Radial Road yang diperkirakan akan menjadi jalur dengan lalu lintas padat, keberadaan pagar dinilai dapat membantu mengarahkan akses keluar masuk pengunjung agar lebih aman.
Diterapkan Bertahap di Mal Pakuwon Group Lainnya
Setelah diterapkan di Pakuwon Mall Surabaya, evaluasi serupa dilakukan pada properti Pakuwon Group lainnya dengan menyesuaikan kondisi masing-masing lokasi.
Di Royal Plaza Surabaya, pagar sebenarnya sudah ada sejak mal tersebut mulai beroperasi pada tahun 2006. Manajemen hanya melakukan peremajaan karena pagar lama yang terbuat dari besi telah mengalami kerusakan akibat usia dan paparan cuaca selama hampir dua dekade.
Sementara itu, Pakuwon City Mall juga dipasangi pagar karena memiliki area terbuka yang luas sehingga membutuhkan pengamanan tambahan.
Berbeda dengan dua lokasi tersebut, Tunjungan Plaza memiliki karakter kawasan yang berada di pusat Kota Surabaya. Lokasinya yang berada di Jalan Basuki Rahmat kerap dilintasi massa aksi menuju Grahadi. Meski demikian, Pakuwon Group menegaskan bahwa pemasangan pagar bukan dilakukan sebagai antisipasi demonstrasi, melainkan untuk mempermudah pengelolaan keamanan kawasan dan mengurangi kebutuhan pemasangan barikade sementara setiap kali ada kegiatan di sekitar mal.
Pakuwon Group Bantah Isu Demo dan Kondisi Ekonomi
Ramainya berbagai spekulasi di media sosial turut mendapat tanggapan dari pihak manajemen.
Sutandi menegaskan bahwa pemasangan pagar sama sekali tidak berkaitan dengan isu demonstrasi besar maupun kondisi ekonomi. Ia menyebut berbagai asumsi yang beredar merupakan spekulasi warganet dan bukan berdasarkan informasi dari perusahaan.
Menurutnya, tujuan utama pemasangan pagar tetap berfokus pada peningkatan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pengunjung yang datang ke pusat perbelanjaan.
Desain Pagar Diseragamkan di Seluruh Properti
Selain meningkatkan keamanan, Pakuwon Group juga menyeragamkan desain pagar di berbagai pusat perbelanjaannya.
Langkah ini dilakukan agar seluruh properti memiliki identitas visual yang konsisten. Namun, perusahaan menegaskan bahwa aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama dibandingkan pertimbangan estetika.
Respons Pengunjung Dinilai Positif
General Manager Pakuwon Mall Surabaya, Hendie Santoso, mengaku tidak menyangka pemasangan pagar menjadi topik yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Meski sempat memunculkan berbagai spekulasi, ia menyebut banyak penghuni apartemen di kawasan Pakuwon Mall justru memberikan respons positif. Menurutnya, keberadaan pagar membuat kawasan terasa lebih aman dan lebih tertata.
Selain itu, pagar juga membantu mengurangi akses keluar masuk sembarangan, menjaga area taman tetap terawat, serta membuat lalu lintas kendaraan online maupun kendaraan pengiriman menjadi lebih tertib.
Pakuwon Group memastikan bahwa pemasangan pagar di sejumlah pusat perbelanjaan, termasuk Pakuwon Mall Surabaya, dilakukan sebagai bagian dari peningkatan sistem keamanan dan keselamatan kawasan. Langkah tersebut dipicu oleh kebutuhan operasional di masing-masing properti, seperti bertambahnya aktivitas lalu lintas setelah beroperasinya Radial Road maupun peremajaan fasilitas yang sudah berusia lama. Manajemen juga menegaskan bahwa kebijakan ini tidak berkaitan dengan isu demonstrasi ataupun kondisi ekonomi yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Jangan lupa untuk informasi terbaru dan happening di Surabaya, Follow akun instagram @whatshappeningid dan Tiktok @whatshappeningid
Leave a comment